Begandring Soerabaia Ikuti Kerjasama Heritage Internasional

Begandring.com: Amersfoort (2/8/23) – Rabu, 2 Agustus 2023 peserta Urban Heritage Strategis 2023 berkunjung ke Kantor Badan Heritage Nasional (Nationale Heritage Agency) Belanda di kota Amersfoort, sekitar 80 km dari kota Rotterdam, dimana kegiatan perkuliahan peserta UHS 2023 bertempat. Yaitu di Erasmus University Rotterdam mulai 26 Agustus – hingga 4 Agustus 2023.

Di kantor Badan Heritage Nasional Belanda, 20 peserta yang berasal dari negara negara mitra pemerintah Kerajaan Belanda ini, berkenalan dengan pejabat Badan Heritage National Belanda (RCE) dan kantor RCE. Badan Heritage Nasional Belanda (RCE) adalah organisasi di bawah Kementerian Pendidikan, Kebudayaan dan Ilmu Pengetahuan Kerajaan Belanda.

Kantor RCE di Amersfoort yang juga dihiasi dengan hasil penelitian tulang tulang. Foto: nng/Begandring.

Kantor ini langsung bertanggung jawab untuk mengelola warisan budaya Belanda dan melakukan penelitian tentang upaya pelestarian dan pemanfaatan benda benda budaya. Untuk itu, RCE melayani pengelolaan koleksi seni negara, Daftar Monumen dan cagar budaya, penyimpanan Arkeologi Kapal Nasional dan Arsip serta sistem informasi arkeologi pusat.

Di kantor inilah, pada Rabu, selain berkenalan dengan Alida Ritsema, Deputy Head International Cultural Policy, Ministry of Foreign Affairs, peserta juga bertemu dengan tim yang tergabung dalam The Cultural Heritage Agency (RCA) dan berdiskusi tentang kerjasama internasional di bidang heritage. Kesempatan ini sekaligus sosiailiasi antar peserta kursus dengan pejabat RCE sebagai langkah komunikasi ke depan.

Alida Ritsema, Deputy Head International Cultural Policy, Ministry of Foreign Affairs. Foto: nng/Begandring.

Pada kesempatan itu, Begandring Soerabaia, yang menjadi salah satu peserta pertemuan Urban Heritage Strategies 2023, bertemu Hasti Tarekat, anggota komisi Raad Voor Gonzalves, yang memberi saran saran kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan serta Ilmu Pengetahuan Belanda mengenai kebijakan restitusi koleksi kolonial kepada negara asal, seperti yang baru baru ini mengenai pengembalian artefak asal Indonesia.

Baca Juga  Komunitas Pegiat Sejarah Pegang Peranan Penting

Menurut Hasti Tarekat bahwa pengembalian artefak asal Indonesia, yang selama ini berada di beberapa museum di Belanda, adalah bentuk ungkapan penyesalan Pemerintah Kerajaan Belanda atas kesalahan masa lalu dengan Indonesia.

Hasti Tarekat (tengah), Angelina Basuki asal Jakarta (kanan) dan penulis peserta Surabaya (kiri). Foto: nng/Begandring

Kini generasi muda sekarang di Belanda semakin mengerti fakta fakta sejarah, khususnya yang terjadi antara Indonesia pada masa lalu dengan Belanda. Penggunaan kosa kata dalam berbahasa saja bisa menjadi isu besar, apalagi menyangkut barang dan kedaulatan. Misalnya kata “Budak”. Kata budak dilarang keras dalam penggunaan berbahasa maupun dalam penulisan

Karenanya, melalui jalur budaya dan cagar budaya (heritage), kiranya perlu diinisiasi hadirnya kerjasama antar dua negera itu. Kerjasama ini perlu diarahkan dan diciptakan untuk peningkatan rasa saling pemahaman (understanding) antar warga dalam kerjasama di berbagai bidang seperti pendidikan, budaya, cagar budaya, ilmu pengetahuan dan lain sebagainya di masa depan.

Tour kantor RCE. Foto: nng/Begandring.

Indonesia dan Belanda memiliki sejarah (shared history) bersama yang panjang membentang mulai dari abad 16-17 hingga abad 20. Kiranya, pada abad abad baru seperti 21 dan seterusnya perlu dilanjutkan adanya kerjasama yang baik karena semua bangsa pada hakekatnya hidup untuk masa depan, tidak ke masa belakang atau mundur.

Masa lalu adalah pengalaman. Jika ada pengalaman yang kurang baik, maka orang yang bijaksana yang bisa menentukan arah baginya untuk hidup yang lebih baik ke masa depan. Hidup di masa sekarang adalah hidup yang saling bergaul, termasuk dalam pergaulan global. (nng)

 

 

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x