Pemajuan Kebudayaan Ala SMA Kristen Masa Depan Cerah Surabaya

Pemajuan Kebudayaan Ala SMA Kristen Masa Depan Cerah Surabaya
Oleh : Achmad Zaki Yamani ( Ketua Begandring Soerabaia )
begandring.com -

Untuk menghancurkan suatu bangsa cukup dilakukan 3 hal: jauhkan budayanya, kaburkan budayanya dan hilangkan budayanya, maka selesailah sudah suatu bangsa itu karena kehilangan jati diri dan identitasnya, maka itu budaya sebagai salah satu elemen penting dari suatu bangsa wajib ditegakkan sekuat-kuatnya oleh siapapun melalui kegiatan yang menarik yang edukatif dan rekreatif.

Sambutan oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Sidoarjo Surabaya Dr Kiswanto S.Pd., M.Pd

 

Sambutan dari Dra. Liem Sioe Ie Direktur Yayasan Cahaya Harapan Bangsa

 

Sambutan Intan Ayu Saraswati, S.Pd., M.M. Kepala SMAK Masa Depan Cerah

Melestarikan sebuah budaya adalah mutlak dilakukan jika ingin jati diri bangsa tidak terkikis oleh arus jaman. Hal inilah yang digaungkan oleh SMA Kristen Masa Depan Cerah Surabaya (SMAKr MDC) dalam acara Festival Budaya Jawa Timur yang diadakan pada Jumat, 22 Mei 2025 lalu di loby sekolah yang dikemas semakin menarik dan kreatif, karena tahun-tahun sebelumya dilaksanakan di hall sekolah, yang unik ditahun ini terdapat wisata kuliner tradisonal dari daerah Surabaya, Sidoarjo, Madura, Kediri, Ponorogo dan Banyuwangi, semua konsep kegiatan murni ide dan prakarasa dari siswa-siswi SMA Kristen Masa Depan Cerah Surabaya.

Festival Budaya Jawa Timur SMAK Masa Depan Cerah

Festival Budaya Jawa Timur SMA Kristen Masa Depan Cerah Surabaya (SMAKr MDC) bertema “Warisan tradisi yang tak pernah lekang oleh waktu” yang ditampilkan secara bergiliran oleh setiap kelas mulai dari siswa kelas X dan kelas XI, dengan judul sebagai berikut :

XI-1 Legenda Gn Kelud Lembu Suro

XI-2 Reog Ponorogo

XI-3 Legenda Banyuwangi

X-1 Legenda Suroboyo

X-2 Legenda Tambak Oso

X-3 Legenda Joko Tole

Setiap kelas mencoba mengemasnya dalam sebuah drama tradisonal berbahasa Jawa yang sangat menarik dan seru untuk dinikmati, apalagi siswa mengkolaborasikan antara live action dengan tampilan musik serta wajib memperomosikan setiap kuliner yang diusungnya, sehari itu SMA Kristen Masa Depan Cerah Surabaya melaksanakan 4 dari 10 Objek Pemajuan Kebudayaan yang terdiri dari Tradisi Lisan, Pengetahuan Tradisional, Seni dan Bahasa, hal ini patut menjadi contoh dan tauladan sekolah-sekolah lain di Surabaya dan Jawa Timur.

XI-2 Legenda Reog Ponorogo
XI-1 Legenda Gn Kelud Lembu Suro
X-I Legenda Suroboyo
XI-3 Legenda Banyuwangi
X-3 Legenda Joko Tole

Hadir dalam acara ini Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Sidoarjo Surabaya Dr Kiswanto S.Pd., M.Pd, Jonathan Christian Wibisono budayawan, Achmad Zaki Yamani Ketua Komunitas Begandring Soerabaia dan Sol Amrida Sekjen Taman Budaya dan Sinematografi yang dikenal memiliki kecintaan mendalam terhadap budaya Jawa, yang turut hadir sebagai tamu dan dewan juri dalam kegiatan ini.

Ole olang oleh X-3

Achmad Zaki Yamani, Ketua Begandring Soerabaia mengatakan dalam sambutannya, bahwa SMA Kristen Masa Depan Cerah Surabaya menjadi pelopor ditingkat Sekolah Menengah Atas dalam pelestarian budaya, dikarenakan hal ini sudah sangat jarang dilakukan oleh sekolah-sekolah lain, sehingga kegiatan serupa wajib digalakkan Kembali di era penuh degradasi kebudayaan ini, ini tentunya sangat layak diapresisasi sebab ini adalah wujud nyata dari generasi muda yang mencintai budaya negeri sendiri.

Satu hal yang cukup unik dan menarik ketika Dra. Liem Sioe Ie Direktur Yayasan Cahaya Harapan Bangsa dan Intan Ayu Saraswati, S.Pd., M.M. Kepala SMAK Masa Depan Cerah menyampaikan sambutanya dengan menggunakan Bahasa Jawa, “Pagelaran Budaya ini diharapkan bukan hanya sebagai sarana unjuk kreativitas siswa saja, namun juga menjadi semangat untuk menumbuhkan dan memupuk rasa cinta terhadap budaya dan kearifan lokal, terutama pelestarian 10 Objek Pemajuan Kebudayaan serta mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kota Surabaya” ujar beliau.

Flash Mob Civitas Akademika SMAK MDC

Acara pagelaran berjalan semakin menarik takkala Direktur, kepala sekolah, guru dan juri yang menggunakan baju tradisonal Jawa melakukan Flash Mob dengan sangat serempak dan kompak, maka nuansa satu jiwa dalam budaya sangat lekat sekali, ditambah atmosfir semangat para Wali Murid dan semua siswa yang hadir di lobby sekolah tutut bersorak serta memberikan tepuk tangan yang sangat meriah, nuansa kekeluargaan dan kebersamaan sangat kuat sekali.

*) Penulis : Achmad Zaki Yamani

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Spam check: