Begandring Soerabaia Terima Penghargaan Dari Wali Kota Surabaya Dalam HUT RI ke 78

Begandring.com: Surabaya (17/8/23) – Bertambah satu lagi penghargaan yang diterima Begandring Soerabaia. Dalam peringatan HUT RI ke 78, komunitas pelestari sejarah dan cagar budaya Surabaya ini menerima penghargaan dari Pemerintah Kota Surabaya di halaman Balai Kota. 

Penghargaan sebagai pelestari sejarah dan cagar budaya ini melengkapi dua penghargaan bergengsi sebelumnya yang masing masing diterima dari Ikatan Ahli Arsitektur Indonesia (IAAI) di Jogjakarta pada 31 Juli 2023 dan dari The Netherlands Cultural Heritage Agency di Rotterdam, Belanda pada 4 Agustus 2023.

Penghargaan Sebagai Pelestari Sejarah dan Cagar Budaya dari Pemkot Surabaya ini melengkapi penghargaan yang diterima dari IAAI dan The Netherlands Cultural Heritage Agency. Foto: kuh/Begandring

Dengan penghargaan sebagai pelestari sejarah dan cagar budaya dari pemerintah Kota Surabaya ini, maka praktis dalam 3 minggu terakhir, Begandring mampu mengkoleksi Trilogi penghargaan bergengsi. Ini menjadi pencapaian yang membuktikan kapasitas dan kualitas komunitas pelestari sejarah yang bermarkas di jalan Makam Peneleh 46 Surabaya. 

Tiga penghargaan yang diperoleh ini tidak hanya bersifat lokal, tapi juga nasional dan bahkan internasional dan semuanya merupakan bentuk penghargaan yang berkualitas akademik yang membanggakan. Kualitas Begandring Soerabaia selevel dengan para Profesor di tiga level penghargaan itu. 

Di tingkat lokal (kota Surabaya) dalam rangka HUT RI ke 78 ini ada Profesor Dr. dr. Achmad Suryawan,  Sp. A (K) dan Prof. Dr. Sri Sumarmi, S.K.M., M.Si. Kemudian di tingkat nasional ada Prof. R.P. Soejono, Prof. Dr. Soekmono, dan Prof. Dr. Timbul Haryono. Sedangkan di tingkat internasional lebih banyak lagi para Profesor yang bergelut di bidang sejarah dan arsitektur. 

Pencapaian ini cukup wajar karena hasil tidak mengingkari proses. Dalam proses berkegiatan, Begandring Soerabaia yang berbasis pada keterlibatan masyarakat (community Involvement) telah melakukan banyak kegiatan yang muaranya untuk kepentingan masyarakat, bukan untuk pribadi dan golongan (Community) itu sendiri. 

Baca Juga  Tugu Pahlawan, Simbol Keberanian Arek Suroboyo

Kepada Plt. Kepala Diskominfo yang merangkap Kadis Polisi Pamong Praja (Kadispol PP). M Fikser, Kuncarsono (pendiri Begandring Soerabaia) mengatakan bahwa Begandring Soerabaia bukanlah sekedar komunitas, tetapi sudah sebagai kelompok gerakan, yaitu Gerakan Kebudayaan karena eksistensinya sudah melakukan ajakan ke arah perubahan yang lebih baik atas isu kebudayaan. 

“Begandring Soerabaia itu sudah berkegiatan ke arah edukasi publik, mengajak publik untuk bersama sama berbuat kebaikan melalui jalur budaya hingga gerakan gerakan advokasi demi kota Surabaya”, jelas Kuncarsono. 

Kuncarsono, pendiri Begandring (kiri) dan Nanang Purwono, ketua Begandring (kanan) mengapit plt Diskominfo dan Kasatpol PP M. Fikser. Foto: Begandring.

Selama tiga tahun terakhir, sejak awal pandemi 2020, Begandring mulai aktif melakukan beragam kegiatan. Selain mengawali kegiatan yang bernama Surabaya Urban Track (Subtrack) program jelajah sejarah, Begandring juga sudah mengawal pelestarian gedung Singa (De Algemene) karya arsitek terkenal Hendrik Petrus Berlage. 

Berikut daftar kegiatan selama tiga tahun terakhir (2020-2023) yang bisa didokumentasikan. 

Produksi Film Dokumenter bersama TVRI Jatim:

  1. Penanggungan Jejak Peradaban (2022).
  2. 1936 Tenggelam nya SS Van Der Wijck (2022).
  3. Jalan Sunyi dr Soebandi (2022). Pemenang Gatra Kencana Mei 2022*
  4. Koesno, Jati Diri Soekarno (2022). Pemenang Gatra Kencana Agustus 2022. Nominator FFI 2022 Film Dokumenter Pendek*
  5. Soera Ing Baja, Gemuruh Revolusi 45 (2022).
  6. Fatmawati, Elegi Bunga Pertiwi (2023).

Jelajah Sejarah Surabaya Urban Track (Subtrack):

  1. Kota Tua Eropa
  2. Kota Tua Pecinan
  3. Kota Tua Ampel Denta
  4. Kampung Melayu
  5. Jalur Rempah
  6. Jejak Daendels
  7. Alun Alun Surabaya (Krembangan + Tugu Pahlawan) 
  8. Sulung dalam Peluncuran SDN Sulung dan Jejak Soekarno. 
  9. Kawasan Peneleh
  10. Kawasan Simpang
  11. Kawasan Gubeng
  12. Kawasan Wonokromo
  13. Benteng Kedung Cowek
  14. Kawasan Kapasan
Baca Juga  Kisah Heroik Pertempuran di Gedung RRI Surabaya

Dari 14 kawasan ini, jumlah total kegiatan mencapai 50 kegiatan. 

Pameran Arsip dan Foto

  1. Surabaya Lintas Masa (2022)
  2. Soera Ing Baja (2022)
  3. Bulan Bung Karno (2023)
  4. Pameran Arsip Kereta Api 

Advokasi Cagar Budaya:

  1. Pencagar budayaan Benteng Kedung Cowek
  2. Pencagar budayaan Langgar Gipo
  3. Perubahan nama SDN Alun Alun Contong kembali ke SDN Sulung
  4. Inisiasi Penetapan Peneleh sebagai Kawasan Wisata Cagar Budaya

Inisiasi Perda:

  1. Usulan klausul Badan Pengelolaan Cagar Budaya dalam Raperda Cagar Budaya (baru). 
  2. Inisiasi Raperda Pemajuan Kebudayaan, Kejuangan dan Kepahlawanan Kota Surabaya bersama DPRD Kota Surabaya. 
Para Srikandi yang terus memberi energi untuk mendorong Tim dalam berkarya. Foto: suk/Begandring.

Mitra Kerjasama Dalam dan Luar Negeri:

  1. Pemerintah Kota Surabaya
  2. Universitas Airlangga
  3. Bank Indonesia
  4. JW Marriot
  5. TVRI Jawa Timur
  6. Erasmus University Rotterdam
  7. TiMe Amsterdam, institusi Sejarah, Heritage dan Museum, Belanda. 
  8. iDiscover, Hongkong, Institusi Pegiat Sejarah dan aktivasi urbaningrum heritage
  9. Oost Indiesch Doof, Amsterdam, pegiat seni budaya dan sosial, Belanda. 
  10. Indo Track Amsterdam, Heritage Tour and Travel, Amsterdam. 
  11. Institut Teknologi 10 November Surabaya (ITS)
  12. Univ. 17 Agustus 1945 (Untag)
  13. Kreature
  14. Bersukaria
  15. CNN Indonesia
  16. Trans TV
  17. Universitas dr Soebandi Jember.
  18. DPRD Kota Surabaya

 

Penyerahan Penghargaan 

Usai upacara HUT RI ke 78 di Halaman Balai Kota dan sebelum dilakukan prosesi penyerahan penghargaan, disisipi dengan tampilan seni kolaborasi, yang dibina oleh Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kota Surabaya. 

Kolaborasi ini menampilkan kisah besarnya bangsa Indonesia, yang terdiri dari ribuan pulau dengan keberagaman di dalamnya mulai Sabang sampai Merauke dan Merah Putih menaunginya dalam wadah NKRI. Secara detail, para penampil dalam kolaborasi itu juga beretnis campuran. 

Baca Juga  Benteng Kedung Cowek adalah The Last Standing Fort of Surabaya. 
Seni kolaborasi yang kolosal menggambarkan kebesaran bangsa di bawah kepak sang Garuda. Foto: nng/Begandring.

Burung garuda, yang ada dalam kolaborasi ini, digambarkan terbang mengangkasa di atas awan yang dilambangkan dengan lembar kain putih bergelombang. Banyaknya populasi yang beragam di Indonesia ini menjadi gambaran kolosalnya seni kolaborasi dengan beragamnya tarian yang bisa dirangkai dalam satu alur yang enak dinikmati. 

Alunan musik yang mengiringi kolaborasi ini merupakan percampuran musik musik daerah, yang memang dominan dengan Surabaya dan Jawa Timuran. Begitupun para penarinya yang mempertemukan berbagai usia, mulai dari usia anak SD hingga SMP. Kemasan seni kolaborasi ini secara umum menggambarkan bahwa kekuatan bangsa dan multikulturalisme bangsa ini ada di kota Surabaya.

Wali kota Surabaya Eri Cahyadi mengucapkan selamat kepada Tim Begandring Soerabaia dan berpesan agar selalu kreatif dan terus berkarya demi Surabaya. Foto: Begandring.

Usai tampilan seni kolaborasi Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memberikan penghargaan kepada para penerima penghargaan dan berfoto bersama dengan seluruh forkopimda. Setelah berfoto secara umum, wali kota Surabaya, Eri Cahyadi berfoto bersama dengan Tim Begandring Soerabaia. 

Selain Wali kota, Wakil Ketua DPRD A.H. Thony juga hadir memberikan selamat kepada Tim Begandring dan berfoto bersama untuk berbagi kebahagiaan. (nng) 

Artikel Terkait

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x