Gelar Drama Film Evacuation Route, Siswa SMA Kristen MDC Tampil Memukau

Usia mereka masih muda, tapi ketrampilan dan kemampuannya luar biasa. Begitulah yang terlihat dalam Pentas Seni dan Budaya (Talent Show) SMA Kristen Masa Depan Cerah (MDC) Surabaya di Ballroom Ciputra World Surabaya, Sabtu (18/2/2023).

Pentas siswa-siswi kelas 12 SMA Kristen MDC layaknya pergelaran seni budaya profesional. Mampu menyuguhkan sebuah tontonan yang sangat memukau.

Yang ciamik ada pertunjukan drama film berjudul Evacuation Route. Pertunjukan yang mengombinasikan karya film layar lebar dan atraksi panggung secara live.

Kukuh Yudha Karnanta, dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga, mengapresiasi hasil kerja siswa berupa pentas seni yang menampilkan drama-film berjudul Evacuation Route.

Gelar Drama-Film Evacuation Route, Siswa SMK Kristen MDC Tampil Memukau
Salah satu adegan drama film Evacuation Route. foto: begandring

“Ini masuk dalam terminologi seni yang sangat postmodern. Pentas drama film ini melampaui seni modern. Itu dibuktikan dengan penggunaan media film berpadu teater, sinematografi berpadu dengan dramaturgi,” terang pria yang meraih penghargaan Piala Citra untuk kategori Kritik Film Terbaik Festival Film Indonesia (FFI) 2021 dan juri FFI 2022 ini.

“Demikian juga ceritanya, berbagai penanda kebudayaan berpadu, Jawa, Minang, Papua dan lain-lain dalam satu balutan cerita,” imbuh Kukuh.

Menurut dia, pentas seni seperti ini sangat inklusif. Jarang ada acara pentas seni sekolah mengundang perguruan tinggi, komunitas sejarah, dan juga pemerintah kota dalam penyelenggaraannya. Hal ini menandakan makin kuatnya kesadaran bahwa pendidikan seni budaya memang harus kolaboratif agar dampaknya lebih berasa.

“Menurut saya, itu adalah simulakra (simulasi, red). Film Evacuation Route adalah simulakra kebudayaan versi para pelajar SMA Kristen Masa Depan Cerah,” tandas Kukuh.

Gelar Drama-Film Evacuation Route, Siswa SMK Kristen MDC Tampil Memukau
Kukuh Yudha Karnanta. foto: begandring

Kukuh yakin, pementasan itu meninggalkan kesan mendalam bagi semua yang terlibat, khususnya bagi para murid. Dari hasil karya seni itu, mereka akan semakin memahami budaya bangsa dan mengerti bagaimana berbagi pesan budaya kepada orang lain.

Baca Juga  Refleksi Begandring 2022: Wadah Belajar yang Nyaman hingga Kolaborasi Pentahelix

Hal senada disampaikan Ketua Begandring Soerabaia Nanang Purwono. Ia memberi penilaian bagus terhadap kemampuan berbahasa Inggris siswa SMA Kristen MDC yang mengemas drama film Evacuation Route.

“Drama-film ini adalah perpaduan drama panggung dan film. Film yang tertampilkan di layar lebar itu sangat menyatu dengan aksi panggung. Apalagi setiap aktor dan aktris sangat menguasai bahasa yang digunakan, yakni bahasa Inggris,” kata Nanang.

“Meski sudah di-dubbing, tapi mereka masih berdialog dengan ekspresi dan mimik yang apik. Mereka tidak hanya lipsing, tapi benar-benar berdialog sesuai dengan naskah dan gerak dalam film,” timpa jurnalis senior itu.

Gelar Drama Film Evacuation Route, Siswa SMK Kristen MDC Tampil Memukau
foto: begandring

 

Dalami Bakat

Selain pentas drama film, SMA Kristen MDC juga meggelar pameran lukisan hasil karya siswa. Tema karya lukisan adalah Nusantara. Tema tersebut sengaja diangkat sebagai proses pengkristalisasian siswa dengan nilai-nilai kebangsaan.

Melalui lukisan, mereka mengekspresikan rasa kenusantaraan, kebhinekaan dan kebangsaan. Maka, tidaklah heran jika karya-karya mereka bernuansa Merah Putih, keindahan alam nusantara mulai gunung hingga pantai dan lautan, bercorak kebudayaan tradisional, hingga lukisan para presiden Indonesia.

Yang menarik, lukisan-lukisan ini tidak hanya dipamerkan, tetapi sekaligus dilelang kepada pengunjung termasuk orang tua siswa. Lukisan adalah salah satu wujud karya siswa kelas 12 SMA Kristen MDC.

Menurut kepala sekolah SMA Kristen MDC Dra. Liem Sioe Ie, karya seni yang terbingkai dalam bentuk pentas seni ini adalah bentuk ujian praktik siswa kelas 12.

Mulai kelas 12 SMA Kristen MDC, terang Liem, sekolahnya mulai memfokuskan dengan minat dan bakat siswa. Mereka bebas memilih dan mendalami bakatnya. Ada yang memilih seni musik, seni peran, seni dekorasi, seni tari, hingga seni penyelenggaraan pentas dan pergelaran.

Baca Juga  GKR Paku Buwono XIII Terima Pegiat Budaya Surabaya di Kraton Surakarta

“Karena merekalah yang selanjutnya akan berestafet menjadi penyelenggaraan pentas seni jika waktunya sudah tiba,” ujar Liem.

Gelar Drama Film Evacuation Route, Siswa SMK Kristen MDC Tampil Memukau
Pemaran lukisan bertema Nusantara. foto: begandring

“Mereka (siswa SMA Kristen MDC) tidak hanya mengisi acara show, tapi mereka juga secara langsung meng-organizing acara, seperti Event Organizer (EO). Mereka sangat profesional, rapi dan cermat,” imbuh Liem.

Liem menambahkan, pentas seni ini diselenggarakan setiap tahun sebagai bagian dari tugas akademik. Melalui pentas seni, yang sangat kolaboratif ini, juga menjadi etalase yang secara langsung bisa dilihat oleh para orang tua.

“Kami selalu memasukkan pesan dan nilai lokal serta kebangsaan melalui penyelenggaraan dan pementasan seni ini,” pungkas Liem Sioe Ie. (tim)

 

 

Artikel Terkait

Subscribe
Notify of
3 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Lidia Setiorahardjo
1 year ago

Saya juga ikut menyaksikan pentas seni yang sangat keren, bener2 ikut terbawa dalam semua yang mereka tampilkan, anak2 muda yang penuh bakat dengan passion dan skill yang luar biasa.Keep up your good works and great spirit ! Waiting your next Pensi MDC Senior High

Pakguru Untung
1 year ago

Keren, perpaduan seni dan pemanfaatan media memang sangat luar biasa.

Wiwien
1 year ago

Ya keren.ini anak anak yg luar biasa,mereka kaya akan talenta.terimakasih sudah memberikan kepercayaan dan bisa ambil bagian dalam karya kalian sukses selalu love you.

3
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x