“PENDUDUKAN NGAMPÈL DĚNTÅ OLEH PASUKAN BELANDA (VOC)”

“PENDUDUKAN NGAMPÈL DĚNTÅ OLEH PASUKAN BELANDA (VOC)”
Oleh : Om TP Wijoyo ( Pegiat sejarah kekunaan Begandring Soerabaia. )
begandring.com -

#BerceritaSurabaya

Berikut gambaran tentang peristiwa detik-detik terakhir sebelum terjadi pertempuran dahsyat antara pasukan gabungan Belanda (VOC) & Mataram melawan pasukan Trunåjåyå (Madura) yang terjadi di kawasan Suråpringgå (Surabaya) pada tahun 1677.

“Pada tanggal 2 Mei 1677, Speelman dan pasukannya mendarat di daerah Ngampèl Děntå. Pendaratan itu melalui Sungai Ampèl (Rivier van Ampèl), kini masyarakat menyebutnya dengan Kali Pěgirikan.”

“Pada tanggal 5 Mei 1677, pasukan Belanda (VOC) selanjutnya menduduki daerah Ngampèl Děntå, termasuk candi yang terdapat di sana yang penuh dengan seratus pojok persembunyian. Makam-makam keramat itu pun jatuh ke tangan Belanda. Radèn Trunåjåyå berpesan dengan sungguh-sungguh kepada Belanda agar memeliharanya dengan baik.”

“Speelman dan pasukannya berkubu di daerah Ngampèl Děntå, dengan didatangkan perbekalan alat-alat perang dan dipasang empat pucuk meriam.”

“Pada tanggal 6 Mei 1677, kubu-kubu pertahanan dan perkemahan Belanda di Ngampèl Děntå selesai dibangun. Garis pertahanan Belanda dibangun berhadapan dengan garis pertahanan Pasukan Madura (Trunåjåyå).”

Sumber :
“Runtuhnya Istana Mataram”, H.J. Degraaf

*) Editor : Achmad Zaki Yamani

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Spam check: