Begandring.com – Ada yang baru dari Begandring Soerabaia seiring dengan hadirnya Festival Peneleh & Java Coffee Culture 2023. Yaitu gagasan dibuatnya Klinik Dokter Rakjat. Gagasan Klinik ini dipandegani oleh dr Jimmy Taruna dan dr Michael Leksodimulyo, MBA., M. Kes.
Kedua dokter yang memiliki kepedulian sosial ini, melalui Begandring Soerabaia, akan berbagi rasa kepedulian sosial kepada sesama. Bentuk kepedulian terhadap sesama ini dibalut dalam kemasan historis dalam mengenang dan melanjutkan perjuangan dr. Soetomo sebagai salah satu tokoh pergerakan nasional
Dokter Soetomo adalah salah satu pendiri organisasi Perkumpulan Boedi Oetomo yang berdiri pada 28 Oktober 1908. Selanjutnya dokter Soetomo masuk ke Surabaya dan berkarir di kota yang selanjutnya berjuluk Kota Pahlawan.
Di Surabaya, selain berpraktek kedokteran, ia juga berorganisasi yang diawali dengan membentuk Soerabaiasche Studieclub di Sulung pada 1924. Dari organisasi intelektual inilah berkembang menjadi organisasi politik dan lahir lembaga lembaga lain yang bersifat membantu rakyat dan membangun bangsa.
Semangat dokter Soetomo itulah yang mengilhami dokter Jimmy dalam wadah Begandring Soerabaia. Selanjutnya dengan berkolaborasi dengan dokter Michael Leksodimulyo menggagas Klinik Dokter Rakjat.

Untuk mengawali Klinik itu, dr. Jimmy dan dr. Michael bersama Begandring Soerabaia membuka stand layanan konsultasi kesehatan dan pemeriksaan gratis bagi para pengunjung .
Kolaborasi
Mendengar gagasan Klinik Dokter Rakjat dalam rangkaian kegiatan Festival Peneleh, Lurah Peneleh Skundario Kristian Indra Putra menyambut baik. Baginya klinik ini kelak menjadi bentuk keberlanjutan program Pengembangan Peneleh sebagai kampung wisata sejarah. Kebetulan dr. Michael sudah membuka praktek dokter di Jalan Makam Peneleh.

“Jadi, ini sangat relevan dengan semangat Pengembangan Peneleh”, tegas Lurah Skundario.
Klinik Dokter Rakjat ini akan berbeda dengan praktek praktek dokter pada umumnya. Para dokter di Klinik ini akan mengenakan pakaian dokter tempo dulu.
“Kami akan menggenakan jarik batik, berjas putih dengan dasi kupu serta blangkon. Ini pakaian khas di era pergerakan”, jelas dokter Jimmy Taruna.
Berangkat dari semangat dokter Soetomo, dr. Jimmy dan dr. Michael bertekad membuat Klinik kesehatan di wilayah kelurahan Peneleh secara permanen. Keberadaan Klinik Dokter Rakjat ini nantinya akan membantu memperkuat eksistensi semangat kejuangan. Jika dulu bentuk perjuangan itu berupa aksi fisik atau berperang, namun bentuk perjuangan sekarang adalah berani melawan penyakit dan penyadaran masyarakat akan arti penting sehat dan menjaga kesehatan.
Untuk sementara, Klinik Dokter Rakjat ini diperkenalkan di Festival Peneleh dalam bentuk stand pameran. Dalam praktek selama dua hari pameran, dr. Jimmy dan dr. Michael dibantu oleh mahasiswa kedokteran dan relawan. Diantaranya mahasiswa Universitas Ciputra, Universitas Katolik Widya Mandala serta calon mahasiswa Universitas Airlangga.

Harapannya Klinik Dokter Rakjat akan memberikan layanan kepada masyarakat prasejahtera dan keluarga Dhuafa secara gratis. Untuk menjalankan kegiatan Klinik, Dokter Rakjat ini akan membuka kerjasama dengan semua BEM FK, juga dengan Fakultas Keperawatan dan Fakkultas Kebidanan Universitas se Surabaya.
“Kami juga ingin, Klinik Dokter Rakjat ini bisa menjadi wadah mencari pengalaman dengan bakti sosial pelayanan kesehatan yang dibimbing para dokter senior dan dosen yang bekerjasama dengan berbagai Universitas.
Klinik Dokter Rakjat Kelurahan Peneleh Kecamatan Genteng akan menjadi Pilot Project gerakan Solidaritas Anak Muda khususnya yang study di bidang Layanan Medis”, papar dr. Michael.
Selama uji coba dalam layanan selama Festival Peneleh, stand Klinik Dokter Rakjat melayani sekitar 300 warga pada Jumat, 7/7/2023. (nng)