Begandring Bawa Surabaya ke Panggung Dunia Berkat Pendekatan Civil Society Movement. 

Begandring.com: Surabaya (17/8/23) – Kesempatan emas sudah didulang Begandring Soerabaia, sebuah komunitas yang bergerak di bidang sejarah dan cagar budaya. Pada akhir Juli hingga awal Agustus 2023, selama dua minggu, perwakilan Begandring Soerabaia mendapat penghargaan undangan mengikuti kursus singkat (short course) tentang strategi pengelolaan cagar budaya (urban heritage strategies 2023) di Rotterdam, Belanda. 

Nanang Purwono (Begandring Soerabaia) peserta dari Indonesia menerima Diploma Urban Heritage Strategies dari The Netherlands Cultural Heritage Agency, Belanda. Foto: max/Begandring.

Kira kira sebulan sebelum keberangkatan, kegiatan urban heritage strategies 2023 juga sudah dilakukan melalui kelas zoom (daring) dengan semua peserta dari negara negara mitra pemerintah kerajaan Belanda. Mereka adalah Australia, India, South Korea, China, Indonesia, Australia, Sri Lanka, Turkey, South Africa, Ukraine, Poland, Spain dan Netherlands sendiri sebagai tuan rumah. 

Dalam kelas online itu, diskusi atas tema tema yang disajikan kerap membawa perbandingan dari negara masing masing peserta. Dari Indonesia, perbandingan itu didasarkan atas pola pola yang dilakukan di Surabaya oleh Begandring Soerabaia sebagai wakil Indonesia. Yaitu pola pola yang selama ini dilakukan oleh Begandring melalui kegiatan kegiatannya dalam upaya pelestarian cagar budaya, keterlibatan masyarakat.

Seperti apakah strategi itu? Dari kegiatan zoom (online), lalu dilanjutkan ke tatap muka (luring) di Erasmus University Rotterdam mulai 26 Juli – 4:Agustus 2023. Di sanalah dalam kegiatan kegiatan teori dan praktik, Nanang Purwono (Begandring Soerabaia) dapat lebih menjelaskan strategi keterlibatan masyarakat dalam upaya pelestarian, pengelolaan dan pemanfaatan cagar budaya. 

Di sela sela strategy yang memang sudah disiapkan dalam modul pengajaran dan praktek (penelitian lapangan) oleh konsorsium Erasmus University Rotterdam, Delf Technical University dan Netherland Cultural Heritage Agency, perwakilan Begandring Soerabaia (Indonesia) kembali menyampaikan strategy keterlibatan masyarakat (civil society strategy) dalam pelestarian, pengelolaan dan pemanfaatan urban heritage. 

Baca Juga  HUT Majapahit dan Sisa Peradaban di Surabaya
Penghargaan yang diterima Nanang Purwono (Beganding Soerabaia) dari Belanda. Foto: ton/Begandring.

Selain disampaikan di sela sela kegiatan di kampus Erasmus University Rotterdam, strategy ini juga disampaikan di kantor Netherlands Cultural Heritage Agency, TACB Nasionalnya Belanda, di kota Amersfoort. Ini ketika peserta Urban Heritage Strategies 2023 diterima dalam sesi International Networking. Diharapkan setelah kegiatan UHS 2023 ini berakhir, bisa dijalin kerjasama antar negara, baik yang bersifat bilateral maupun multilateral. 

Kini, kegiatan dalam program Diploma Post Graduate di bidang Pengelolaan Cagar Budaya selesai, Begandring Soerabaia langsung tancap gas untuk memfollow up kerjasama antar negara demi perlindungan cagar budaya di masing masing negara. 

Sebuah proposal telah dijukan oleh Dr. Ester van Steekelenburg (iDiscover) yang berpusat di Hongkong. iDiscover adalah organisasi nirlaba yang bekerja dalam pemetaan budaya, penceritaan digital, dan aktivasi ruang publik. Ini adalah sebuah tim multidisiplin profesional perkotaan dan pekerja kreatif yang bekerja sama dengan LSM, sekolah dan universitas di kota-kota di seluruh Asia Tenggara untuk bersama-sama membuat Peta Cerita Digital tentang kawasan warisan budaya (heritage). 

Apa yang dilakukan iDiscover ini mirip dengan apa yang selama ini dikerjakan Begandring Soerabaia. Adapun proyek yang diajukan dalam proposal diberi nama “BerlagediNusantara Wonder Wall”. Sebagaimana disebut dalam proposal, kerjasama ini melibatkan iDiscover (Hongkong), TiMe Amsterdam (Belanda), Konsorsium Kota Tua Jakarta (Jakarta Indonesia) dan Begandring Soerabaia (Surabaya Indonesia). 

Penghargaan dari IAAI yang diterima Begandring. Foto: ton/Begandring.

Keterlibatan Begandring ini adalah bentuk pengakuan internasional terhadap kualitas dan kapasitas Begandring Soerabaia di bidang cagar budaya. Di tingkat nasional, komunitas yang bermarkas di Peneleh Surabaya ini, juga telah menerima penghargaan dari Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia (IAAI). 

Baca Juga  Pameran Aksara Nusantara dan Dunia Ditutup Dengan Sarasehan Yang Dihadiri Oleh Mahasiswa Se Nusantara. 

Dalam penghargaan ini, Begandring sejajar dengan tiga penerima penghargaan lainnya dari dunia akademi. Mereka adalah para Profesor yang berdedikasi dalam dunia arkeologi. Yakni Prof. R.P. Soejono, Prof. Dr. Soekmono, dan Prof. Dr. Timbul Haryono. 

Selain itu, Begandring Soerabaia dalam aktivitasnya juga telah menjalin kerja sama dengan institusi akademik seperti Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga (Surabaya), President University (Jakarta) dan IHS Erasmus University Rotterdam (Belanda). 

Dalam rangka peringatan HUT RI ke 78, Begandring Soerabaia kembali mendapat penghormatan dari Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi sebagai komunitas pegiat sejarah dan Cagar Budaya. Penyerahan ini dilakukan di Balai Kota Surabaya dalam upacara HUT Republik Indonesia ke 78.

Penghargaan yang diterima dari Pemerintah Kota Surabaya. Foto: ton/Begandring.

Dengan tambahan penghargaan bergengsi ini, maka lengkaplah penghargaan bergengsi yang diraih Begandring Soerabaia. Ketiga penghargaan diraih dalam tiga minggu berturut turut. Pertema dipereh dari Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia (IAAI) di Jogjakarta pada 31 Juli 2023. Kedua diterima dari konsorsium The Netherlands Cultural Heritage Agency – Erasmus University Rotterdam – Delf Technical University di Rotterdam pada 4 Agustus 2023. Terakhir diterima dari Pemerintah Kota Surabaya pada 17 Agustus 2023.

Menyatukan tiga penghargaan: lokal, nasional dan internasional. Foto: cuk/Begandring.

Menurut Kuncarsono Prasetio, pendiri Begandring Soerabaia, Begandring Soerabaia kapasitasnya tidak sekedar sebuah komunitas, tapi sudah menjadi gerakan kebudayaan yang berbasis masyarakat. Masyarakat belajar sambil bergerak (learning by moving) demi pelestarian sejarah dan cagar budaya. (nng) 

Artikel Terkait

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x