Peringati HUT ke-77 Kemerdekaan RI di Hotel Majapahit

Bangunan hotel legendaris di Jalan Tunjungan, kala itu bernama Hotel Yamato (era Jepang) dan sekarang bernama Hotel Majapahit, menjadi saksi bisu kulminasi tekad hidup atau mati Arek-Arek Suroboyo dalam mempertahankan kedaulatan bangsa yang telah diproklamasikan pada 17 Agustus 1945.

Adalah Insiden Bendera, di mana ratusan arek dan pejuang Suroboyo merangsek ke depan hotel yang dibangun di era kolonial pada 1910 untuk merobek kain berwarna biru pada bendera Belanda yang berwarna Merah-Putih-Biru. Peristiwa bersejarah itu terjadi pada 19 September 1945.

Insiden Bendera pada 19 September 1945 sangat erat kaitannya dengan Proklamasi Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945.

Karenanya, dalam rangka memperingati HUT ke-77 Kemerdekaan RI, segenap staf dan karyawan Hotel Majapahit, yang mengelola bangunan bersejarah itu, menyelenggarakan upacara bendera.

“Saya senang dan berterima kasih karena upacara ini diikuti oleh pegiat sejarah Begandring Soerabaia, tamu hotel, dan pelajar,” kata General Manager Hotel Mojopahit Kahar Salamun yang bertindak sebagai inspektur upacara.

GM Hotel Majapahit Kahar Salamun (tengah) bersama pengurus Begandring Soerabaia. foto; begandring

Upacara dalam peringatan HUT RI ke 77 ini digelar di balkon gedung Balai Adhika atau Flag Terrace, menghadap ke arah menara bendera di sebelah barat balkon.

Peserta upacara berpakaian busana Nusantara, perjuangan, dan pergerakan yang populer di awal abad 20 ketika gerakan bangsa ini beralih dari gerakan fisik (abad 19) ke gerakan intelektual dan budaya (abad 20).

Busana pergerakan yang mengandung pesan kesetaraan antara bumiputera dan bangsa Eropa ini semakin kuat diperkenalkan Soekarno ketika menjadi siswa sekolah Hogere Burger School (HBS) Soerabaia (1916-1921).

Busana pergerakan ini adalan setelan bawahan jarik, daleman putih berdasi kupu yang ditutup dengan jas dan penutup kepala berupa blangkon.

Baca Juga  Mengurai Azimat Resolusi Jihad di Gelaran Surabaya Heroes Virtue

“Soekarno memperkenalkan setelan jas yang berbau Eropa dengan kain jarik dan blangkon yang berbau Jawa. Perpaduan Eropa dan Jawa ini mengandung makna kesetaraan atau persamaan,” jelas Kuncarsono Prasetyo, pendiri Perkumpulan Begandring Soerabaia, yang mengikuti upacara itu.

blob:http://localhost/3aed40a8-e2f3-481a-89a1-702d9c7cdccd

 

Kahar Salamun yang juga berbusana pergerakan menambahkan, upacara HUT ke-77 RI dengan mengenakan busana nusantara, perjuangan dan pergerakan ini dalam rangka terus menanamkan nilai-nilai kejuangan dan kepahlawanan kepada segenap staf dan karyawan yang sehari hari bekerja di bangunan bersejarah ini.

“Mereka tidak hanya kita ajak mengenal dan melestarikan bangunan cagar budaya ini, tapi lebih dari itu, mengenal nilai-nilai kejuangan dan kepahlawanan dari para pendahulu yang rela dan berani mati menegakkan kedaulatan dengan menjaga Merah Putih di gedung ini,” jelas Kahar.

Hotel Majapahit bukan sembarang bangunan. Masih ada ruh-ruh para pahlawan yang diyakini bersemayam di hotel ini.

“Mereka bangga melihat generasi penerus melakukan upacara sakral di tempat ini. Karenanya perawatan tidak hanya berupa fisik semata, tapi menjaga ingatan akan peran para pendahu melalui upacara adalah bentuk perawatan secara non fisik,” jelas Reang Budiyanto, pegiat sejarah Begandring yang menekuni dunia spiritual.

Kegiatan upacara dengan beragam busana Nusantara ini bukanlah kali pertama. Manajemen Hotel Majapahit berharap kegiatan positif ini menjadi kebiasaan di lingkungan hotel sebagai wujud pembangunan karakter cinta Tanah Air.

Sebagaimana adat dan kebiasaan, pada peringatan Agustusan diadakan  lomba-lomba. Ini sebagai wujud syukur atas kemerdekaan diadakan bagi karyawan, tamu dan undangan.

Penyelenggaraan lomba ditempatkan di taman tropis di belakang hotel. Suasana yang indah, berumput, dan teduh membuat peserta lomba kerasan. Ada beragam lomba, di antaranya balap karung, balap kelereng dan makan kerupuk. (*)

Baca Juga  Festival Peneleh Sebuah Langkah Pengembangan Wisata Peneleh yang Berbasis Sejarah, Budaya dan Ekonomi. 

Artikel Terkait

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x